analisis usaha menggunakan metode client server

0

ANALISIS USAHA DENGAN MENGGUNAKAN METODE CLIENT SERVER

Tulisan ini saya buat sebagai tugas akhir atau laporan akhir pada laboratorium internet dasar (LabIntDas) Universitas Gunadarma. Sebagai pendahuluan saya akan menjelaskan sekilas tentang pengertian dari client dan server, lalu selanjutnya saya akan menjelaskan tentang analisis usaha yang menggunakan metode client server yaitu warung internet (warnet)

Client

Client dapat berupa sebuah pemproses yang powerful atau dapat juga berupa terminal tua dengan kemampuan proses yang terbatas. Secara mendasar client adalah sebuah PC dengan sistem operasinya sendiri. Sebagian besar pemrosesan banyak dilakukan di sebuah server dimana bagian-bagian dalam lingkup pekerjaannya ditentukan oleh program komputer, inilah yang menyebabkan sistem client server berbeda dengan sistem transaksi tradisional. Sistem client server memungkinkan sebuah teknologi dan applikasinya digunakan bersamaan. Applikasi disini termasuk didalamnya adalah pemroses pesan seperti e-mail, pemproses file lokal seperti DBMS untuk browsing dan penghitungan, atau sharing resource seperti sistem image processing, sistem optical character, sistem advance grafic processing, plotter warna, atau sebuah printer. Perangkat-perangkat ini bisa saja berasal dari berbagai vendor yang ada. Untuk memfasilitasi query pemprosesan dari client, sebagian besar sistem client server menggunkaan Structured Query Language (SQL) yang merupakan struktur bahasa tingkat tinggi. SQL dengan database relationalnya adalah standar de facto untuk hampir sebagian besar sistem client server. Salah satu komponen terpenting sistem client server adalah User Interface (UI), yang digunakan user untuk berkomunikasi. Bagi user yang seorang programmer, UI tidak mesti user friendly, tapi untuk end user yang bukan programmer sangat dibutuhkan UI yang user friendly. Dibutuhkan Graphical User Interface (GUI) untuk end user karena GUI menampilkan grafis untuk melakukan akses dengan icon-icon tanpa perlu memasukan perintah pemrograman. Kedepannya GUI tidak hanya digunakan untuk menggantikan akses perintah pemprograman tapi juga digunakan untuk grafik, voice, video, animasi, untuk selanjutnya menjadi sebuah teminal multimedia.

 

Servers

Konektivitas adalah hal yang terpenting namun bukan satu-satunya faktor untuk mendapatkan efisiensi dan efektivitas sharing resource yang dimiliki. Dibutuhkan sebuah perangkat yang memiliki kemampuan mengontrol software, menjalankan program applikasi, dan mengakses database dengan mudah dan cepat. Untuk itulah diperlukan sebuah Server. Sebuah Server harus mendukung spesifikasi yang mendukung resource sharing seperti Network Server Operating System, Multiple User Interface, GUI (Graphic User Interface), dialog oriented cleint – server languange seperti SQL dan database arsitektur. Saat ini resuorce bisa tersebar secara spasial tidak hanya berada dalam batasan sebuah negara namun sudah antar negara yang membutuhkan interkoneksi yang tinggi.

Beberapa software dapat diperoleh dari vendor atau software house. Software tersebut bisa bersifat mainframe centric (sentral) atau PC server centric. Namun selain semua hal yang tersedia pada paket software tersebut tetap dibutuhkan in house sofware development. Juga perlu untuk mengintegrasikan sistem client server dengan sistem informasi yang telah ada dan menggunakan sistem tersebut tidak hanya sebagai end user tapi juga bekerja diantara group end user.

Server melakukan pemprosesan mirip dengan pemrosesan yang ada disisi client. Namun ada sedikit perbedaan, biasanya sebuah server tidak mempunyai User Interface karena didesain untuk networking, memproses database dan memproses applikasi. Pembeda antara pemrosesan client dan server ada pada tanggungjawab dan fungsi dari pemrosesan yang dilakukan. Sebagai contoh sebuah server dapat bertindak sebagai repository dan penyimpanan informasi dalam kasus pada file server. Tipe dari Server tergantung pada kebutuhan dan tujuan sistem. Dalam beberapa kasus sebuah server harus mampu melakukan multitaskting (membentuk multi fungsi secara simultan), menggunakan multiple operating system, lebih portable, memiliki skalabilitas, dan memiliki waktu respon yang cepat untuk melakukan teleprosesing. Dengan kapabilitas seperti itu menjadikan server memiliki harga yang relatif mahal. Penyebab mahalnya harga server adalah :

  1. Network Management
  2. Gateway function termasuk akses keluar dan e-mail publik
  3. Penyimpanan
  4. File Sharing
  5. Batch processing
  6. Bulletin Board access
  7. Facsimile transmission

 

ANALISA USAHA

      

A. Investasi Usaha Warnet

  1. Pengadaan komputer client 7 unit @ Rp. 3.100.000,- = Rp. 24.500.000,-
  2. Pengadaan komputer server 1 unit @ Rp. 4.000.000,- = Rp. 4.000.000,-
  3. Pengadaan jaringan Interrnet = Rp. 2.000.000,-
  4. Pengadaan meja komputer 7 unit client dan 1 server = Rp. 1.200.000,-
  5. Sewa tempat (jika bukan milik pribadi) 4 tahun = Rp. 10.000.000,-
  6. Renovasi tempat = Rp. 4.000.000,-
  7. Printer = Rp. 800.000,-

 

Jumlah Total Investasi = Rp. 46.500.000,-

 

 

B. Biaya Operasional

  1. Langganan Internet = Rp. 1.100.000,-
  2. Gaji karyawan = Rp. 600.000,-
  3. Biaya listrik = Rp. 500.000,-
  4. Penyusutan komputer 1:36 x Rp. 28.500.000,- = Rp. 791.000,-
  5. Penyustan jaringan 1:36 x Rp. 2.000.000,- = Rp. 55.000,-
  6. Penyusutan meja komputer 1:36 x Rp. 1.200.000,- = Rp. 1.200.000,-
  7. Penyusutan printer 1:24 x Rp. 800.000,- = Rp. 33.000,-
  8. Promosi = Rp. 200.000,-
  9. Kertas = Rp. 100.000,-
  10. Tinta = Rp. 100.000,-
  11. Lain-lain/Pemeliharaan = Rp. 100.000,-

 

Jumlah Biaya Operasional = Rp. 4.779 000,-

 

C. Pendapatan Usaha

  1. Warnet dan Game Online

Asumsi per hari ada 84 orang pengguna dari 7 Unit komputer dan rata-rata warnet beroperasi 12 jam ( 7 orang x 12 jam = 84 orang ) dengan tarif rata-rata Rp. 3.000,- per jam, maka omzet yang diterima:

 

84 orang @ Rp. 3.000,- = 84 orang x Rp. 3.000,- x 30 hari

         = Rp. 7.560.000,- per bulan

  1. Print

Asumsi pendapatan rata-rata print = Rp. 200.000,- per bulan

 

  1. Makanan dan Minuman (jika tersedia)

Asumsi Pendapatan rata-rata snack = Rp. 300.000, per bulan

      Total Pendapatan = Rp. 8.060.000,- per bulan

 

D. Keuntungan Usaha 

     Keuntungan = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional 

                     = Rp. 8.060.000 – Rp. 4.779.000 

                     = Rp. 3.281.000,- per bulan

E. Pay Back Priod ( periode kembali modal )

    PBP = ( Total Investasi : Keuntungan ) x 1 bulan

           = ( Rp. 46.500.000 : Rp. 3.281.000 ) x 1 bulan

           = 14,1 bulan  

Source :          http://dennycharter.wordpress.com/2008/05/21/konsep-sistem-client-server/

                        http://seresnet009.blogspot.com/2011/09/analisis-usaha-warnet-dan-game-online.html

 

Advertisements

tugas 5

0

FAKTOR FAKTOR YANG MEPENGARUHI BISNIS INTERNASIONAL

 

Ada 10 faktor yang mempengaruhi Bisnis Internasional,yaitu.:

1. Kompetitif : jenis dan jumlah pesaing , lokasi dan kegiatan mereka

2. Distributif  : agen nasional dan internasional yang tersedia untuk mendistribusikan barang dan jasa.

3. Variabel ekonomi : GNP, biaya buruh perunit, dan pengeluaran konsumsi pribadi  yang mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk melakukan bisnis. 

4. Sosioekonomi : karakteristik dan distribusi populasi manusia. 

5. Keuangan : variable spt sukubunga, tingkat inflasi, perpajakan,

6. Legal : jenis hukum asing dan domestik yang beragam dan harus dipatuhi oleh perusahaan internasional. 

7. Fisik : unsur alam spt topografi, Iklim dan sumber alam

8. Politik : elemen politik bangsa spt nasionalisme, bentuk   pemerintahan, dan organisasi Internasional

9. Sosiokultural : sikap, kepercayaan, pendidikan, dll    

10. Buruh/Tenaga Kerja : komposisi, keahlian

 

Source : http://thestoryofwhiteandfat.blogspot.com/2010/11/karakterstik-yang-mempengaruhi-bisnis.html

 

PERBEDAAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL DENGAN PEMASARAN INTERNASIONAL

Perdagangan Internasional (International Trade)
Dalam perdagangan internasional yang merupakan transaksi antar Negara itu biasanya dilakukan dengan cara tradisional yaitu dengan cara ekspor dan impor. Dengan adanya transaksi ekspor dan impor tersebut maka timbul neraca perdagangan antar negara (balance of tread).

Suatu Negara dapat memiliki surplus seraca perdagangan atau devisit neraca perdagangannya. Neraca perdagangan yang surplus menunjukan keadaan dimana Negara tersebut memiliki nilai ekspor yang lebih besar dibandingkan dengan nilai impor yang dilakukan dari negara partner dagangnya. Dengan neraca perdagangan yang mengalami surplus ini maka apabila keadaan yang lain konstan maka aliran kas masuk ke Negara itu akan lebih besar dengan aliran kas keluarnya ke Negara partner dagangnya tersebut. Besar kecilnya aliran uang kas masuk dan keluar antar negara disebut neraca pembayaran (balance of paymnets).          Jika neraca pembayaran mengalami surplus, dikatakan bahwa negara mengalami pertambahan devisa. Sebaliknya apabila negara itu mengalami devisit neraca perdagangannya maka berarti nilai impornya melebihi nilai ekspor yang dapat dilakukannya dengan negara lain. Jadi, negara tersebut mengalami devisit neraca pembayaran dan menghadapi pengurangan devisa Negara.

Pemasaran International (International Marketing)
Pemasaran internasional yang merupakan keadaan suatu perusahaan dapat terlibat dalam suatu transaksi bisnis dengan negara lain, perusahaan lain ataupun masyarakat umum di luar negeri. Transaksi bisnis internasional ini pada umumnya merupakan upaya untuk memasarkan hasil produksi di luar negeri.

Dalam hal ini maka pengusaha akan terbebas dari hambatan perdagangan dan tarif bea masuk karena tidak ada transaksi ekspor impor. Dengan melaksanakan kegiatan produksi dan pemasaran di negeri asing maka tidak terjadi kegiatan ekspor impor. Produk yang dipasarkan dapat berupa barang dan/ atau jasa. Transaksi ini dapat ditempuh dengan cara:
– Licencing
– Franchising
– Management Contracting
– Marketing in Home Country by Host Country
– Joint Venturing
– Multinational Coporation (MNC)
Semua bentuk transaksi internasional memerlukan transaksi pembayaran yang sering disebut fee. Negara (Home Country) harus membayar, sedangkan pengirim (Host Country) memperoleh fee tersebut. Pengertian perdagangan internasional dengan perusahaan internasional sering dianggap sama, padahal berbeda. Perbedaan utama terletak pada perlakuannya dimana perdagangan internasinol dilakukan oleh negara sedangkan pemasaran internasional adalah kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan yang menentukan kegiatan bisnis yang lebih aktif, lebih progresif dibandingkan perdagangan internasional.

Source : http://indriramadia.wordpress.com/2011/04/10/perbedaan-transaksi-perdagangan-internasional-dan-pemasaran-internasional/

 

 

Alasan dan Manfaat dari Perdagangan Internasional

Suatu negara melakukan perdagangan internasional karena dua alasan utama yang maisng-masing menyumbangkan keuntungan perdagangan bagi mereka. Alasan pertama, negara-negara berdagang karena setiap negara berbeda satu sama lain. Bangsa-bangsa, sebagaimana individu dapat memperoleh keuntungan dari perbedaan-perbedan mereka melalui suatu pengaturan dimana setiap pihak melakukan sesuatu dengan relatif baik. Alasan kedua, negara-negara berdagang satu sama lain dengan tujuan mencapai skala ekonomis dalam produksi, maksudnya jika setiap negara menghasilkan sejumlah barang tertentu maka mereka dapat menghasilkan barang-barang tersebut dengan skala yang lebih besar dan karenanya lebih efisien dibandingkan jika negara tersebut mencoba untuk memproduksi segala jenis barang. Motif inilah dalam dunia nyata merupakan cerminan interaksi perdagangan internasional.

SOURCE : http://bugiskha.wordpress.com/2012/04/13/alasan-dan-manfaat-dari-perdagangan-internasional/