analisis usaha menggunakan metode client server

ANALISIS USAHA DENGAN MENGGUNAKAN METODE CLIENT SERVER

Tulisan ini saya buat sebagai tugas akhir atau laporan akhir pada laboratorium internet dasar (LabIntDas) Universitas Gunadarma. Sebagai pendahuluan saya akan menjelaskan sekilas tentang pengertian dari client dan server, lalu selanjutnya saya akan menjelaskan tentang analisis usaha yang menggunakan metode client server yaitu warung internet (warnet)

Client

Client dapat berupa sebuah pemproses yang powerful atau dapat juga berupa terminal tua dengan kemampuan proses yang terbatas. Secara mendasar client adalah sebuah PC dengan sistem operasinya sendiri. Sebagian besar pemrosesan banyak dilakukan di sebuah server dimana bagian-bagian dalam lingkup pekerjaannya ditentukan oleh program komputer, inilah yang menyebabkan sistem client server berbeda dengan sistem transaksi tradisional. Sistem client server memungkinkan sebuah teknologi dan applikasinya digunakan bersamaan. Applikasi disini termasuk didalamnya adalah pemroses pesan seperti e-mail, pemproses file lokal seperti DBMS untuk browsing dan penghitungan, atau sharing resource seperti sistem image processing, sistem optical character, sistem advance grafic processing, plotter warna, atau sebuah printer. Perangkat-perangkat ini bisa saja berasal dari berbagai vendor yang ada. Untuk memfasilitasi query pemprosesan dari client, sebagian besar sistem client server menggunkaan Structured Query Language (SQL) yang merupakan struktur bahasa tingkat tinggi. SQL dengan database relationalnya adalah standar de facto untuk hampir sebagian besar sistem client server. Salah satu komponen terpenting sistem client server adalah User Interface (UI), yang digunakan user untuk berkomunikasi. Bagi user yang seorang programmer, UI tidak mesti user friendly, tapi untuk end user yang bukan programmer sangat dibutuhkan UI yang user friendly. Dibutuhkan Graphical User Interface (GUI) untuk end user karena GUI menampilkan grafis untuk melakukan akses dengan icon-icon tanpa perlu memasukan perintah pemrograman. Kedepannya GUI tidak hanya digunakan untuk menggantikan akses perintah pemprograman tapi juga digunakan untuk grafik, voice, video, animasi, untuk selanjutnya menjadi sebuah teminal multimedia.

 

Servers

Konektivitas adalah hal yang terpenting namun bukan satu-satunya faktor untuk mendapatkan efisiensi dan efektivitas sharing resource yang dimiliki. Dibutuhkan sebuah perangkat yang memiliki kemampuan mengontrol software, menjalankan program applikasi, dan mengakses database dengan mudah dan cepat. Untuk itulah diperlukan sebuah Server. Sebuah Server harus mendukung spesifikasi yang mendukung resource sharing seperti Network Server Operating System, Multiple User Interface, GUI (Graphic User Interface), dialog oriented cleint – server languange seperti SQL dan database arsitektur. Saat ini resuorce bisa tersebar secara spasial tidak hanya berada dalam batasan sebuah negara namun sudah antar negara yang membutuhkan interkoneksi yang tinggi.

Beberapa software dapat diperoleh dari vendor atau software house. Software tersebut bisa bersifat mainframe centric (sentral) atau PC server centric. Namun selain semua hal yang tersedia pada paket software tersebut tetap dibutuhkan in house sofware development. Juga perlu untuk mengintegrasikan sistem client server dengan sistem informasi yang telah ada dan menggunakan sistem tersebut tidak hanya sebagai end user tapi juga bekerja diantara group end user.

Server melakukan pemprosesan mirip dengan pemrosesan yang ada disisi client. Namun ada sedikit perbedaan, biasanya sebuah server tidak mempunyai User Interface karena didesain untuk networking, memproses database dan memproses applikasi. Pembeda antara pemrosesan client dan server ada pada tanggungjawab dan fungsi dari pemrosesan yang dilakukan. Sebagai contoh sebuah server dapat bertindak sebagai repository dan penyimpanan informasi dalam kasus pada file server. Tipe dari Server tergantung pada kebutuhan dan tujuan sistem. Dalam beberapa kasus sebuah server harus mampu melakukan multitaskting (membentuk multi fungsi secara simultan), menggunakan multiple operating system, lebih portable, memiliki skalabilitas, dan memiliki waktu respon yang cepat untuk melakukan teleprosesing. Dengan kapabilitas seperti itu menjadikan server memiliki harga yang relatif mahal. Penyebab mahalnya harga server adalah :

  1. Network Management
  2. Gateway function termasuk akses keluar dan e-mail publik
  3. Penyimpanan
  4. File Sharing
  5. Batch processing
  6. Bulletin Board access
  7. Facsimile transmission

 

ANALISA USAHA

      

A. Investasi Usaha Warnet

  1. Pengadaan komputer client 7 unit @ Rp. 3.100.000,- = Rp. 24.500.000,-
  2. Pengadaan komputer server 1 unit @ Rp. 4.000.000,- = Rp. 4.000.000,-
  3. Pengadaan jaringan Interrnet = Rp. 2.000.000,-
  4. Pengadaan meja komputer 7 unit client dan 1 server = Rp. 1.200.000,-
  5. Sewa tempat (jika bukan milik pribadi) 4 tahun = Rp. 10.000.000,-
  6. Renovasi tempat = Rp. 4.000.000,-
  7. Printer = Rp. 800.000,-

 

Jumlah Total Investasi = Rp. 46.500.000,-

 

 

B. Biaya Operasional

  1. Langganan Internet = Rp. 1.100.000,-
  2. Gaji karyawan = Rp. 600.000,-
  3. Biaya listrik = Rp. 500.000,-
  4. Penyusutan komputer 1:36 x Rp. 28.500.000,- = Rp. 791.000,-
  5. Penyustan jaringan 1:36 x Rp. 2.000.000,- = Rp. 55.000,-
  6. Penyusutan meja komputer 1:36 x Rp. 1.200.000,- = Rp. 1.200.000,-
  7. Penyusutan printer 1:24 x Rp. 800.000,- = Rp. 33.000,-
  8. Promosi = Rp. 200.000,-
  9. Kertas = Rp. 100.000,-
  10. Tinta = Rp. 100.000,-
  11. Lain-lain/Pemeliharaan = Rp. 100.000,-

 

Jumlah Biaya Operasional = Rp. 4.779 000,-

 

C. Pendapatan Usaha

  1. Warnet dan Game Online

Asumsi per hari ada 84 orang pengguna dari 7 Unit komputer dan rata-rata warnet beroperasi 12 jam ( 7 orang x 12 jam = 84 orang ) dengan tarif rata-rata Rp. 3.000,- per jam, maka omzet yang diterima:

 

84 orang @ Rp. 3.000,- = 84 orang x Rp. 3.000,- x 30 hari

         = Rp. 7.560.000,- per bulan

  1. Print

Asumsi pendapatan rata-rata print = Rp. 200.000,- per bulan

 

  1. Makanan dan Minuman (jika tersedia)

Asumsi Pendapatan rata-rata snack = Rp. 300.000, per bulan

      Total Pendapatan = Rp. 8.060.000,- per bulan

 

D. Keuntungan Usaha 

     Keuntungan = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional 

                     = Rp. 8.060.000 – Rp. 4.779.000 

                     = Rp. 3.281.000,- per bulan

E. Pay Back Priod ( periode kembali modal )

    PBP = ( Total Investasi : Keuntungan ) x 1 bulan

           = ( Rp. 46.500.000 : Rp. 3.281.000 ) x 1 bulan

           = 14,1 bulan  

Source :          http://dennycharter.wordpress.com/2008/05/21/konsep-sistem-client-server/

                        http://seresnet009.blogspot.com/2011/09/analisis-usaha-warnet-dan-game-online.html

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s