Tugas 3 (kelompok)

0

PEREKONOMIAN INDONESIA

“PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI”

 

 

  1. PENDAHULUAN

 

  1. latar Belakang

penanaman modal adalah suatu penanaman modal yang diberikan oleh perseorangan atau perusahaan atau organisasi baik dalam negeri maupun luar negeri.

Faktor yang dapat mempengaruhi penanaman modal atau investasi yang dijadikan bahan pertimbangan investor dalam menanamkan modalnya, antara lain :

  1. faktor Sumber Daya Alam
  2. faktor Sumber Daya Manusia
  3. faktor stabilitas politik dan perekonomian, guna menjamin kepastian dalam berusaha
  4. faktor kebijakan pemerintah
  5. faktor kemudahan dalam peizinan.

 

dari segi Penanaman Modal Dalam Negeri, Pemerintah mengeluarkan Ketentuan mengenai Penanaman Modal diatur didalam Undang-undang No. 25 Tahun 2005 tentang Penanaman Modal.
Penanam Modal Dalam Negeri dapat dilakukan oleh perseorangan Warga Negara Indonesia, badan usaha Negeri, dan/atau pemerintah Negeri yang melakukan penanaman modal di wilayah negara Republik Indonesia. Kegiatan usaha atau jenis usaha terbuka bagi kegiatan penanaman modal, kecuali bidang usaha atau jenis usaha yang dinyatakan tertutup dan terbuka dengan persyaratan dan batasan kepemilikan modal Negeri atas bidang usaha perusahaan diatur didalam Peraturan Presiden No. 36 Tahun 2010 Tentang Perubahan Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.

Meningkatnya daya beli masyarakat tidak hanya terlihat di sektor retail, tetapi juga di sektor-sektor lain seperti sektor properti dan jasa-jasa. Sejak awal 1980, jumlah perusahaan properti meningkat pesat dan jumlah pembangunan perumahan yang sangat tinggi. Permintaan masyarakat akan perumahan melonjak dari tahun ke tahun. Perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor ini pernah mengalami peningkatan properti boom akhir 1980 hingga awal 1990. Walaupun sejak 1995 muncul anggapan bahwa sektor ini mengalami kelesuan, beberapa perusahaan properti masih yakin akan menjual produk-produk perumahan mereka.hal ini yang menggambarkan betapa berkembangnya perekonomian Indonesiaialah tumbuhnya permintaan masyarakat Indonesia.

 B.RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang penanaman modal dalam negeri, maka masalah-masalah yang dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut :

1. Apa yang dimaksud dengan penanaman modal dalam negeri ?

2. Apasajakah faktor-faktor yang mempengaruhi penanaman modal dalam negeri ?

3. Apasajakah yang merupakan syarat penanaman modal dalam negeri?

 

 

 

C.PEMBAHASAN

Penanaman Modal Dalam negeri adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal dalam negeri dengan menggunakan modal dalam negeri.Ketentuan mengenai Penanaman Modal diatur didalam undang-undang No. 25 Tahun 2005 tentang Penanaman Modal.Penanam modal Negeri dapat dilakukan oleh perseorangan warga negara Negeri, Badan Usaha Negeri, dan/atau Pemerintah Negeri yang melakukan penanaman modal; di wilayah negara Republik Indonesia.

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi penanaman modal dalam negeri, antara lain :

  • Potensi dan karakteristik suatu daerah
  • Budaya masyarakat
  • Pemanfaatan otonomi daerah secara proposional
  • Peta politik daerah dan nasional
  • Kecermatan pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan lokal dan peraturan daerah

 

 

Syarat-syarat terjadinya penanaman modal, yaitu :

  • Permodalan

Merupakan kekayaan masyarakat Indonesia (Ps 1:1 UU No. 6/1968) baik langsung maupun tidak langsung

  • Pelaku Investasi (Negara dan swasta)

Pihak swasta dapat terdiri dari orang atau badan hukum yang didirikan berdasarkan hukum di Indonesia

  • Bidang usaha

Semua bidang yang terbuka bagi swasta, yang dibina, dipelopori atau dirintis oleh pemerintah

  • Perizinan dan perpajakan

Memenuhi perizinan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah, antara lain : izin usaha, lokasi, pertanahan, perairan, eksplorasi dan hak-hak khusus

  • Batas waktu berusaha

Merujuk kepada peraturan dan kebijakan masing-masing daerah

 

 

  • Tenaga kerja

Wajib menggunakan tenaga ahli bangsa Indonesia. Mematuhi ketentuan UU ketenagakerjaan (merupakan hak dari karyawan)

 

 

Perusahaan penanaman Modal negeri mendapatkan fasilitas dalam bentuk:

  1. pajak penghasilan melalui pengurangan penghasilan netto sampai tingkat tertentu terhadap jumlah penanaman modal yang dilakukan dalam waktu tertentu;
  2. pembebasan atau keringanan bea masuk atas impor barang modal, mesin, atau peralatan untuk keperluan produksi yang belum dapat diproduksi di dalam negeri;
  3. pembebasan atau keringanan bea masuk bahan baku atau bahan penolong untuk keperluan produksi untuk jangka waktu tertentu dan persyaratan tertentu;
  4. pembebasan atau penangguhan Pajak Pertambahan Nilai atas impor barang modal atau mesin atau peralatan untuk keperluan produksi yang belum dapat diproduksi di dalam negeri selama jangka waktu tertentu;
  5. penyusutan atau amortisasi yang dipercepat; dan
  6. keringanan Pajak Bumi dan Bangunan, khususnya untuk bidang usaha tertentu, pada wilayah atau daerah atau kawasan tertentu.

 

 

Kriteria Perusahaan Penanaman Modal Negeri yang mendapatkan fasilitas antara lain:

  1. Menyerap banyak tenaga kerja
  2. Termasuk skala prioritas tinggi
  3. termasuk pembangunan infrastruktur
  4. melakukan alih teknologi
  5. melakukan industri pionir
  6. berada di daerah terpencil, daerah tertinggal, daerah perbatasan, atau daerah lain yang dianggap perlu
  7. menjaga kelestarian lingkungan hidup
  8. melaksanakan kegiatan penelitian, pengembangan, dan inovasi
  9. bermitra dengan usaha mikro, kecil, menengah atau koperasi
  10. industri yang menggunakan barang modal atau mesin atau peralatan yang diproduksi didalam negeri.

 

D.KESIMPULAN

Penanaman Modal Dalam negeri adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal dalam negeri dengan menggunakan modal dalam negeri.Ketentuan mengenai Penanaman Modal diatur didalam undang-undang No. 25 Tahun 2005 tentang Penanaman Modal.Penanam modal Negeri dapat dilakukan oleh perseorangan warga negara Negeri, Badan Usaha Negeri, dan/atau Pemerintah Negeri yang melakukan penanaman modal; di wilayah negara Republik Indonesia.

 

E.SARAN

Berdasarkan kesimpulan yang sudah penulis kemukakan, maka penulis mengemukakan beberapa saran yang dapat dijadikan bahan masukan dan pertimbangan.  Saran-saran tersebut antara lain :

 

1. Pemerintah yang berkaitan dengan kegiatan penanaman modal sebaiknya menambah fasilitas kecepatan dalam akses internetnya, yang tersedia sekarang adalah 512 kb, sedangkan

yang dibutuhkan adalah 1 MB. Hal ini mempengaruhi minat para investor untuk menggunakan SPIPISE dalam proses perizinan dan nonperizinan kegiatan penanaman modal karena fasilitas yg di sediakan pemerintah tidak mencukupi kebutuhan pelanggan, dalam hal ini para investor akan tetap melaksanakan kegiatan penanaman modal secara manual walaupun memakan waktu yang lama dalam proses perizinannya.

 

2. Pemerintah yang berkaitan dengan kegiatan penanaman modal sebaiknya tidak berlama-lama lagi untuk mensosialisasikan penerapan SPIPISE bagi para investor ,Sehingga para investor dapat dengan mudah mengakses informasi-informasi mengenai kegiatan penanaman modal dalam proses perizinan dan nonperizinan berinvestasi. Sehingga keefektifan penerapan SPIPISE dapat terlihat, jika para investor beralih menggunakan SPIPISE untuk

kegiatan investasinya.

 

3. Pemerintah yang berkaitan dengan kegiatan penanaman modal sebaiknya belajar dari keberhasilan daerahdaerah lain yang penerapan SPIPISE nya berjalan dengan

baik. Sehingga sosialisasi penerapan SPIPISE kepada para Investor dapat mencapai tujuan yang akan dicapai, dimana para investor tertarik untuk menggunakan SPIPISE dalam

kegiatan perizinan dan nonperizinan penanaman modal.

 

4. Aparatur yang berkaitan dengan kegiatan  penanaman modal perlu dibenahi dari segi persiapannya untuk mensosialisasikan penerapan SPIPISE kepada para investor, melihat atau meniru daerah-daerah lain dalam keberhasilannya menerapkan SPIPISE, siap bertindak artinya para aparatur sudah menjalani proses pelatihan-pelatihan, sehingga saat kegiatan sosialisasi SPIPISE kepada investor dapat berjalan dengan baik, dan dalam hal ini juga, aparatur harus

mengetahui apa kebutuhan para investor dan kemudahankemudahan apa saja yang perlu ditingkatkan dalam kegiatan proses perizinan dan nonperizinan penanaman modal.

 

 

REFERENSI:

http://tyoakbar.blogspot.com/2012/03/penanaman-modal-dalama-negeri.html

http://inekriestianti.blogspot.com/2011/05/investasi-dan-penanaman-modal.html

http://putririmaalifiana.blogspot.com/2012/03/penanaman-modal-dalam-negeri.htm

nama kelompok :

Astrid Purnamasari (21212229)

Chahya Elinne (21212569)

Riska Wulandari (26212463)

 

 

 

 

 

 

Tugas 4

0

1. Cara Mengatasi Inflasi Dengan Kebijakan Moneter

Salah satu kebijakan pemerintah untuk mengurangi laju inflasi adalah dengan mengeluarkan kebijakan moneter. Kebijakan moneter merupakan sebuah kebijakan yang berkaitan pada pengaturan peredaran uang agar dapat menjamin kesetabilan nilai uang.

Adapun tujuan pemerintah dalam hal mengatasi lanju inflasi dengan cara kebijakan moneter adalah sebagai berikut:
• Menyelenggarakan dan mengatur peredaran uang.
• Menjaga dan memelihara kestabilan nilai uang, baik itu untuk dalam negeri maupun untuk lalu lintas pembayaran luar negeri.
• Memperluas, memperlancar dan mengatur lalu lintas pembayaran uang giral.
• Mencegah terjadinya inflasi.
Berbagai hal yang berkaitan dengan kebijakan moneter yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka mengatasi inflasi dapat berupa seperti:
• Politik diskonto (Discount Policy), yaitu kebijakan bank yang berhubungan dengan perubahan tingkat suku bunga.
• Politik pasar terbuka (Open market policy), yaitu kebijakan yang berhubungan dengan pembelian dan penjualan surat berharga.
• Politik pembatasan kredit (Plafon credit policy), yaitu membatasi pemberian pinjaman atau kredit kepada masyarakat.
• Politik uang ketat (Tight money policy), artinya kebijakan untuk mengurangi banyaknya jumlah uang yang beredar.
• Politik cadangan kas (cash ratio policy), yaitu kebijakan yang berhubungan dengan perbandingan antara kas dengan kredit yang diberikan kepada masyarakat.

2. Faktor Penyebab terjadinya perdagangan Internasional

1. Perbedaan dalam memproduksi barang
Satu negara tidak dapat memproduksi barang tertentu.
2. Negara tidak dapat memproduksi barang sesuai dengan permintaan masyarakat
Kadang kala masyarakat tidak menyukai barang yang diproduksi oleh negaranya sendiri. Misalnya saja masyarakat Indonesia, mereka tidak puas memakai barang produksi dalam negeri.
Masyarakat Indonesia lebih menyukai memakai barang impor dari negara lainnya, misalnya sepatu, tas, dan baju yang lebih bermerk.
3. Produksi dalam negeri yang tidak seimbang dengan permintaan pasar.
Persediaan barang dan permintaan pasar disetiap negara yang tidak seimbang. (Liang, 1999)

3. Ciri ciri Negara yang telah berhasil membangun negaranya dilihat dari segi ekonomi dan kependudukan
• Pendapatan perkapita tinggi
• Eksport utama barang sekunder ( manufaktur) dan tersier ( jasa )
• Persentase penduduk yang tinggak di kota lebih besar dibanding yang tinggal di desa
• Mata pencaharian penduduk dibidang industri dan jasa
• Pertumbuhan penduduk sangat rendah
• Angka harapan hidup tinggi
• Angka kelahiran rendah
• Persentase penduduk usia muda rendah
• Tingkat pengangguran rendah
• Tingkat produktifitas tinggi

4. Apakah inflasi selalu merugikan ?
Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif- tergantung parah atau tidaknya inflasi. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi. Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi), keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu. Orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat. Para penerima pendapatan tetap seperti pegawai negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh juga akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu.

Source :
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2012/02/perdagangan-international-definisi-ciri.html
http://www.beritaterhangat.net/2012/08/cara-mengatasi-inflasi.html
http://eiskartikadewi.wordpress.com/2011/09/25/ciri-ciri-negara-maju-dan-berkembang/
http://id.wikipedia.org/wiki/Inflasi