Tugas 6

0

apa itu franchise?

Franchise, atau waralaba dalam bahasa Indonesia, adalah sebuah metode dalam sistem distribusi barang atau jasa. Dalam sistem franchise ini paling sedikit ada dua pihak yang terlibat, yaitu

  • Franchisor, yaitu pihak yang menjual atau meminjamkan hak dagangnya, atau merk dagangnya serta sebuah sistem bisnis untuk menjalankan bisnis tersebut.
  • Franchisee, yaitu pihak yang membayar royalti dan biaya lainnnya yang dipersyaratkan oleh franchisor untuk dapat menggunakan merk dagangnya serta sistem bisnis yang dirancang oleh franchisor.

Secara teknis, kontrak kerja antara franchisor dan franchisee inilah yang disebut franchise, tetapi kini kata franchise lebih sering dianalogikan sebagai cara dari franchisee menjalankan bisnisnya.

Dalam metode bisnis franchise, franchisor mempersiapkan rencana lengkap tentang bagaimana cara mengatur dan menjalankan bisnis bagi franchisee, misalnya adalah bagaimana franchisor yang bergerak di bidang kursus musik membantu franchisee dalam mengelola bisnis, mentediakan alat-alat musik yang digunakan seperti drums, gitar, membagi kelas-kelas musik berdasarkan jenis musik seperti jazz, rock and roll, dan lain sebagainya. Dalam rancangan bisnis tersebut disediakan langkah-langkah atau prosedur untuk aspek utama dari bisnis dan manajemen untuk mengantisipasi masalah, menyediakan lengkap matriks keputusan manajemen untuk kepentingan franchisee. Keuntungan terbesar dari membeli bisnis franchise ini adalah sistem atau metode yamg digunakan dalam mendistribusikan atau memasarkan barang dan jasa telah dikembangkan dan diuji, sehingga franchisee tidak perlu melakukan atau membuat rancangan baru untuk dapat menjalankan bisnisnya. Selain itu, frnachisee juga tidak perlu melakukan penetrasi pasar dengan memasang iklan agar produknya dikenal, karena hal itu sudah dilakukan oleh franchisor.

 

 

Waralaba dapat dibagi menjadi dua:

  • Waralaba luar negeri, cenderung lebih disukai karena sistemnya lebih jelas, merek sudah diterima diberbagai dunia, dan dirasakan lebih bergengsi.
  • Waralaba dalam negeri, juga menjadi salah satu pilihan investasi untuk orang-orang yang ingin cepat menjadi pengusaha tetapi tidak memiliki pengetahuan cukup piranti awal dan kelanjutan usaha ini yang disediakan oleh pemilik waralaba.

Manfaat Franchise / Waralaba

 

Sebagai salah satu alternatif model bisnis, pengembangan usaha  dengan pola ini menawarkan berbagai manfaat yang menarik baik bagi franchisor mau pun franchisee.

 

Manfaat bagi franchisor:

  • pengembangan usaha dengan biaya yang relatif murah
  • potensi passive income yang cukup besar
  • efek bola salju dalam hal brand awareness dan brand equity usaha anda
  • terhindar dari undang-undang anti monopoli.

Manfaat bagi franchisee:

  • memperkecil resiko kegagalan usaha
  • menghemat waktu, tenaga dan dana untuk proses trial & error
  • member kemudahan dalam operasional usaha
  • penggunaan nama merek yang sudah lebih dikenal masyarakat.

 

KELEMAHAN DAN KELEBIHAN WARALABA

Berikut ini adalah beberapa keunggulan waralaba/franchise yang dapat Anda manfaatkan.

1. Konsep yang mapan
2. Alat keberhasilan usaha
3. Pendampingan
4. Bantuan teknis, manajemen dan operasional
5. Standar dan kontrol kualitas
6. Risiko rendah
7. Biaya operasional rendah
8. Akses terhadap kredit
9. Manfaat riset dan pengembangan
10. Terlindung dalam jaringan

Sementara itu ada sedikit kelemahan waralaba yang harus kita atasi.

1. Tidak bebas. Bagaimana pun waralaba adalah sebuah perjanjian yang mengikat sehingga kurang bebas. Tetapi waralaba yang baik selalu memberik kebebasan kepada anggotanya. Begitu juga APIQ memberi kebebasan yang luas kepada setiap anggota franchise. APIQ menyediakan standar sebagai pegangan tetapi variasinya adalah bebas, sebebas imajinasi Anda.

2. Monoton. Beberapa orang beranggapan bahwa franchise hanya menjalankan prosedur dari pusat – monoton. Tetapi APIQ malah memberi tantangan kepada anggota waralaba untuk terus bekreasi. Paman APIQ sering menawarkan inovasi yang setengah jadi. Inovasi ini menantang setiap anggota untuk melanjutkan inovasi di tempat masing-masing.

3. Kedudukan dalam perjanjian. Franchisee/cabang seakan lebih rendah posisinya. Tetapi APIQ memberi kedudukan yang sama tinggi. Setiap anggota APIQ berhak untuk maju sama tinggi sesuai kapasitas masing-masing.

4. Ketergantungan. Rasanya tidak enak memiliki bisnis yang tergantung kepada pihak lain. Tetapi hidup di dunia ini kita memang saling tergantung. Bukankah demikian? Lebih dari itu saling ketergantungan adalah bentuk kerja sama saling penuh percaya. APIQ memberi kepercayaan penuh cabang-cabang untuk semakin maju. APIQ Pusat juga menggantungkan suksesnya kepada cabang-cabang. Mari maju bersama.

CONTOH WARALABA ASING

  • Fast Food: KFC, Texas Fried Chicken, Mc. Donald, A & W, Wendyis, H
  • Restauran/café/bar: Red Lobster, Panderosa, Sizzler, Hong Bin Lao, Black Angus, Fashion Café, Hard Rock
  • Pizza/es krim/Youghurt/donut: Pizza Hut, Round table pizza, Jolli Bee, Baskin, Robins, Dunkin Donuts, Swensens, Yogen Fruzz
  • Soft drink : Green spot, Coca Cola, Pepsi Cola, Gatorade

 

Kiat-kiat untuk Mempertahankan FranchisingAsing

  • Tidak sedikit investor yang sudah menjalankan bisnis waralaba, tetapi tidak tahu cara mempertahankannya. Sebagian merugi karena tak menguasai cara memenuhi harapan pelanggan. Berikut adalah beberapa upaya yang dapat membantu Anda mempertahankan bisnis waralaba Anda.
  • 1. Pastikan Anda memiliki cukup uang untuk investasi. Tak hanya uang investasi, Anda juga memerlukan dana cukup sebagai cadangan jika Anda harus mengalami rugi. Dana tersebut juga termasuk dana cadangan hidup Anda sendiri selama 12 bulan ke depan.
    2. Taati dan patuhi seluruh sistem waralaba dari pewaralaba. Pewaralaba adalah orang yang mengerti dan berpengalaman di bisnisnya. Mereka lebih paham dan telah jatuh bangun hingga mencapai kesuksesannya sekarang.
    3. Jangan abaikan keluarga dan teman-teman Anda. Walau Anda akan menghabiskan sebagian besar waktu untuk menjalankan bisnis tersebut, tapi tetap sisihkan waktu untuk keluarga dan teman-teman Anda.
    4. Perlakukan pelanggan dengan layanan terbaik. Jangan lupa senyum dalam melayani mereka, dan beri tahu mereka bahwa Anda senang berbisnis dengan mereka.
    5. Libatkan diri dalam komunitas lokal setempat. Ikuti dan sponsori kegiatan-kegiatan lokal di sekitar gerai Anda, seperti kegiatan sosial, perayaan, acara sekolah, dll.
    6. Selalu berkomunikasi dengan pewaralaba dan terwaralaba lain. Jagalah hubungan baik dengan mereka, dan jika ada masalah jangan disimpan sendiri saja. Sebaliknya, seorang pewaralaba juga selayaknya bersikap terbuka terhadap perkembangan gerai Anda. Ada baiknya jika Anda banyak bertanya dan menyampaikan keluhan atau kesenangan yang diperoleh dari menjalankan waralaba. Pewaralaba akan dengan senang hati menerima masukan dan membantu menyelesaikan masalah Anda.
    7. Perhatikan detail gerai Anda. Masalah pembukuan harus cermat dan teliti, tidak boleh ada selisih uang walau hanya beberapa ratus rupiah. Tegaskan hal ini pada karyawan Anda. Uang sekecil apapun harus tercatat dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan. Tekan biaya pengeluaran, dan maksimalkan pendapatan Anda. (*/ehow/AS)

 

SUMBER :

http://id.wikipedia.org/wiki/Waralaba

http://hostforplus.blogspot.com/2011/05/manfaat-franchise-waralaba.html

http://apiqquantum.com/2012/02/03/keunggulan-dan-kelemahan-waralaba-franchise-pendidikan/

http://reniashellyana.wordpress.com/tag/cara-mempertahankan-waralaba/

 

 

 

analisis usaha menggunakan metode client server

0

ANALISIS USAHA DENGAN MENGGUNAKAN METODE CLIENT SERVER

Tulisan ini saya buat sebagai tugas akhir atau laporan akhir pada laboratorium internet dasar (LabIntDas) Universitas Gunadarma. Sebagai pendahuluan saya akan menjelaskan sekilas tentang pengertian dari client dan server, lalu selanjutnya saya akan menjelaskan tentang analisis usaha yang menggunakan metode client server yaitu warung internet (warnet)

Client

Client dapat berupa sebuah pemproses yang powerful atau dapat juga berupa terminal tua dengan kemampuan proses yang terbatas. Secara mendasar client adalah sebuah PC dengan sistem operasinya sendiri. Sebagian besar pemrosesan banyak dilakukan di sebuah server dimana bagian-bagian dalam lingkup pekerjaannya ditentukan oleh program komputer, inilah yang menyebabkan sistem client server berbeda dengan sistem transaksi tradisional. Sistem client server memungkinkan sebuah teknologi dan applikasinya digunakan bersamaan. Applikasi disini termasuk didalamnya adalah pemroses pesan seperti e-mail, pemproses file lokal seperti DBMS untuk browsing dan penghitungan, atau sharing resource seperti sistem image processing, sistem optical character, sistem advance grafic processing, plotter warna, atau sebuah printer. Perangkat-perangkat ini bisa saja berasal dari berbagai vendor yang ada. Untuk memfasilitasi query pemprosesan dari client, sebagian besar sistem client server menggunkaan Structured Query Language (SQL) yang merupakan struktur bahasa tingkat tinggi. SQL dengan database relationalnya adalah standar de facto untuk hampir sebagian besar sistem client server. Salah satu komponen terpenting sistem client server adalah User Interface (UI), yang digunakan user untuk berkomunikasi. Bagi user yang seorang programmer, UI tidak mesti user friendly, tapi untuk end user yang bukan programmer sangat dibutuhkan UI yang user friendly. Dibutuhkan Graphical User Interface (GUI) untuk end user karena GUI menampilkan grafis untuk melakukan akses dengan icon-icon tanpa perlu memasukan perintah pemrograman. Kedepannya GUI tidak hanya digunakan untuk menggantikan akses perintah pemprograman tapi juga digunakan untuk grafik, voice, video, animasi, untuk selanjutnya menjadi sebuah teminal multimedia.

 

Servers

Konektivitas adalah hal yang terpenting namun bukan satu-satunya faktor untuk mendapatkan efisiensi dan efektivitas sharing resource yang dimiliki. Dibutuhkan sebuah perangkat yang memiliki kemampuan mengontrol software, menjalankan program applikasi, dan mengakses database dengan mudah dan cepat. Untuk itulah diperlukan sebuah Server. Sebuah Server harus mendukung spesifikasi yang mendukung resource sharing seperti Network Server Operating System, Multiple User Interface, GUI (Graphic User Interface), dialog oriented cleint – server languange seperti SQL dan database arsitektur. Saat ini resuorce bisa tersebar secara spasial tidak hanya berada dalam batasan sebuah negara namun sudah antar negara yang membutuhkan interkoneksi yang tinggi.

Beberapa software dapat diperoleh dari vendor atau software house. Software tersebut bisa bersifat mainframe centric (sentral) atau PC server centric. Namun selain semua hal yang tersedia pada paket software tersebut tetap dibutuhkan in house sofware development. Juga perlu untuk mengintegrasikan sistem client server dengan sistem informasi yang telah ada dan menggunakan sistem tersebut tidak hanya sebagai end user tapi juga bekerja diantara group end user.

Server melakukan pemprosesan mirip dengan pemrosesan yang ada disisi client. Namun ada sedikit perbedaan, biasanya sebuah server tidak mempunyai User Interface karena didesain untuk networking, memproses database dan memproses applikasi. Pembeda antara pemrosesan client dan server ada pada tanggungjawab dan fungsi dari pemrosesan yang dilakukan. Sebagai contoh sebuah server dapat bertindak sebagai repository dan penyimpanan informasi dalam kasus pada file server. Tipe dari Server tergantung pada kebutuhan dan tujuan sistem. Dalam beberapa kasus sebuah server harus mampu melakukan multitaskting (membentuk multi fungsi secara simultan), menggunakan multiple operating system, lebih portable, memiliki skalabilitas, dan memiliki waktu respon yang cepat untuk melakukan teleprosesing. Dengan kapabilitas seperti itu menjadikan server memiliki harga yang relatif mahal. Penyebab mahalnya harga server adalah :

  1. Network Management
  2. Gateway function termasuk akses keluar dan e-mail publik
  3. Penyimpanan
  4. File Sharing
  5. Batch processing
  6. Bulletin Board access
  7. Facsimile transmission

 

ANALISA USAHA

      

A. Investasi Usaha Warnet

  1. Pengadaan komputer client 7 unit @ Rp. 3.100.000,- = Rp. 24.500.000,-
  2. Pengadaan komputer server 1 unit @ Rp. 4.000.000,- = Rp. 4.000.000,-
  3. Pengadaan jaringan Interrnet = Rp. 2.000.000,-
  4. Pengadaan meja komputer 7 unit client dan 1 server = Rp. 1.200.000,-
  5. Sewa tempat (jika bukan milik pribadi) 4 tahun = Rp. 10.000.000,-
  6. Renovasi tempat = Rp. 4.000.000,-
  7. Printer = Rp. 800.000,-

 

Jumlah Total Investasi = Rp. 46.500.000,-

 

 

B. Biaya Operasional

  1. Langganan Internet = Rp. 1.100.000,-
  2. Gaji karyawan = Rp. 600.000,-
  3. Biaya listrik = Rp. 500.000,-
  4. Penyusutan komputer 1:36 x Rp. 28.500.000,- = Rp. 791.000,-
  5. Penyustan jaringan 1:36 x Rp. 2.000.000,- = Rp. 55.000,-
  6. Penyusutan meja komputer 1:36 x Rp. 1.200.000,- = Rp. 1.200.000,-
  7. Penyusutan printer 1:24 x Rp. 800.000,- = Rp. 33.000,-
  8. Promosi = Rp. 200.000,-
  9. Kertas = Rp. 100.000,-
  10. Tinta = Rp. 100.000,-
  11. Lain-lain/Pemeliharaan = Rp. 100.000,-

 

Jumlah Biaya Operasional = Rp. 4.779 000,-

 

C. Pendapatan Usaha

  1. Warnet dan Game Online

Asumsi per hari ada 84 orang pengguna dari 7 Unit komputer dan rata-rata warnet beroperasi 12 jam ( 7 orang x 12 jam = 84 orang ) dengan tarif rata-rata Rp. 3.000,- per jam, maka omzet yang diterima:

 

84 orang @ Rp. 3.000,- = 84 orang x Rp. 3.000,- x 30 hari

         = Rp. 7.560.000,- per bulan

  1. Print

Asumsi pendapatan rata-rata print = Rp. 200.000,- per bulan

 

  1. Makanan dan Minuman (jika tersedia)

Asumsi Pendapatan rata-rata snack = Rp. 300.000, per bulan

      Total Pendapatan = Rp. 8.060.000,- per bulan

 

D. Keuntungan Usaha 

     Keuntungan = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional 

                     = Rp. 8.060.000 – Rp. 4.779.000 

                     = Rp. 3.281.000,- per bulan

E. Pay Back Priod ( periode kembali modal )

    PBP = ( Total Investasi : Keuntungan ) x 1 bulan

           = ( Rp. 46.500.000 : Rp. 3.281.000 ) x 1 bulan

           = 14,1 bulan  

Source :          http://dennycharter.wordpress.com/2008/05/21/konsep-sistem-client-server/

                        http://seresnet009.blogspot.com/2011/09/analisis-usaha-warnet-dan-game-online.html

 

tugas 5

0

FAKTOR FAKTOR YANG MEPENGARUHI BISNIS INTERNASIONAL

 

Ada 10 faktor yang mempengaruhi Bisnis Internasional,yaitu.:

1. Kompetitif : jenis dan jumlah pesaing , lokasi dan kegiatan mereka

2. Distributif  : agen nasional dan internasional yang tersedia untuk mendistribusikan barang dan jasa.

3. Variabel ekonomi : GNP, biaya buruh perunit, dan pengeluaran konsumsi pribadi  yang mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk melakukan bisnis. 

4. Sosioekonomi : karakteristik dan distribusi populasi manusia. 

5. Keuangan : variable spt sukubunga, tingkat inflasi, perpajakan,

6. Legal : jenis hukum asing dan domestik yang beragam dan harus dipatuhi oleh perusahaan internasional. 

7. Fisik : unsur alam spt topografi, Iklim dan sumber alam

8. Politik : elemen politik bangsa spt nasionalisme, bentuk   pemerintahan, dan organisasi Internasional

9. Sosiokultural : sikap, kepercayaan, pendidikan, dll    

10. Buruh/Tenaga Kerja : komposisi, keahlian

 

Source : http://thestoryofwhiteandfat.blogspot.com/2010/11/karakterstik-yang-mempengaruhi-bisnis.html

 

PERBEDAAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL DENGAN PEMASARAN INTERNASIONAL

Perdagangan Internasional (International Trade)
Dalam perdagangan internasional yang merupakan transaksi antar Negara itu biasanya dilakukan dengan cara tradisional yaitu dengan cara ekspor dan impor. Dengan adanya transaksi ekspor dan impor tersebut maka timbul neraca perdagangan antar negara (balance of tread).

Suatu Negara dapat memiliki surplus seraca perdagangan atau devisit neraca perdagangannya. Neraca perdagangan yang surplus menunjukan keadaan dimana Negara tersebut memiliki nilai ekspor yang lebih besar dibandingkan dengan nilai impor yang dilakukan dari negara partner dagangnya. Dengan neraca perdagangan yang mengalami surplus ini maka apabila keadaan yang lain konstan maka aliran kas masuk ke Negara itu akan lebih besar dengan aliran kas keluarnya ke Negara partner dagangnya tersebut. Besar kecilnya aliran uang kas masuk dan keluar antar negara disebut neraca pembayaran (balance of paymnets).          Jika neraca pembayaran mengalami surplus, dikatakan bahwa negara mengalami pertambahan devisa. Sebaliknya apabila negara itu mengalami devisit neraca perdagangannya maka berarti nilai impornya melebihi nilai ekspor yang dapat dilakukannya dengan negara lain. Jadi, negara tersebut mengalami devisit neraca pembayaran dan menghadapi pengurangan devisa Negara.

Pemasaran International (International Marketing)
Pemasaran internasional yang merupakan keadaan suatu perusahaan dapat terlibat dalam suatu transaksi bisnis dengan negara lain, perusahaan lain ataupun masyarakat umum di luar negeri. Transaksi bisnis internasional ini pada umumnya merupakan upaya untuk memasarkan hasil produksi di luar negeri.

Dalam hal ini maka pengusaha akan terbebas dari hambatan perdagangan dan tarif bea masuk karena tidak ada transaksi ekspor impor. Dengan melaksanakan kegiatan produksi dan pemasaran di negeri asing maka tidak terjadi kegiatan ekspor impor. Produk yang dipasarkan dapat berupa barang dan/ atau jasa. Transaksi ini dapat ditempuh dengan cara:
– Licencing
– Franchising
– Management Contracting
– Marketing in Home Country by Host Country
– Joint Venturing
– Multinational Coporation (MNC)
Semua bentuk transaksi internasional memerlukan transaksi pembayaran yang sering disebut fee. Negara (Home Country) harus membayar, sedangkan pengirim (Host Country) memperoleh fee tersebut. Pengertian perdagangan internasional dengan perusahaan internasional sering dianggap sama, padahal berbeda. Perbedaan utama terletak pada perlakuannya dimana perdagangan internasinol dilakukan oleh negara sedangkan pemasaran internasional adalah kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan yang menentukan kegiatan bisnis yang lebih aktif, lebih progresif dibandingkan perdagangan internasional.

Source : http://indriramadia.wordpress.com/2011/04/10/perbedaan-transaksi-perdagangan-internasional-dan-pemasaran-internasional/

 

 

Alasan dan Manfaat dari Perdagangan Internasional

Suatu negara melakukan perdagangan internasional karena dua alasan utama yang maisng-masing menyumbangkan keuntungan perdagangan bagi mereka. Alasan pertama, negara-negara berdagang karena setiap negara berbeda satu sama lain. Bangsa-bangsa, sebagaimana individu dapat memperoleh keuntungan dari perbedaan-perbedan mereka melalui suatu pengaturan dimana setiap pihak melakukan sesuatu dengan relatif baik. Alasan kedua, negara-negara berdagang satu sama lain dengan tujuan mencapai skala ekonomis dalam produksi, maksudnya jika setiap negara menghasilkan sejumlah barang tertentu maka mereka dapat menghasilkan barang-barang tersebut dengan skala yang lebih besar dan karenanya lebih efisien dibandingkan jika negara tersebut mencoba untuk memproduksi segala jenis barang. Motif inilah dalam dunia nyata merupakan cerminan interaksi perdagangan internasional.

SOURCE : http://bugiskha.wordpress.com/2012/04/13/alasan-dan-manfaat-dari-perdagangan-internasional/

Tugas 4

0

Faktor-faktor Apa Saja yang Mempengaruhi Bisnis di Indonesia

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi bisnis di Indonesia. Dari beberapa buku pengantar bisnis yang ada, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor tersebut adalah :

1. faktor politik

Bagi para pengusaha, tujuan, kebijakan dan stabilitas politik menjadi faktor penting dalam berusaha atau berbisnis. Situasi politik yang tidak mendukung akan berdampak negatif bagi dunia usaha dan begitu pula sebaliknya.

Contoh : Toko “Rafa” membuthkan faktor politik untuk memajukan bisnisnya, contoh factor politik dalam hal ini adalah dalam bentuk kerjasama dengan pemasok, kerjasama dalam memasarkan produk yang dijualnya dan juga dalam hal bersaing dengan toko-toko lain.

2. faktor ekonomi

Kondisi perekonomian disuatu negara secara langsung dapat mempengaruhi kestabilan bisnis dari perusahaan. Semakin buruk kondisi ekonomi, maka akan semakin buruk pula kestabilan bisnisnya.

Contoh : Selain factor politik, dalam memajukan bisnisnya toko “Rafa” juga membutuhkan faktor ekonomi, pemilik toko tersebut harus meninjau secara langsung bagaimana kondisi perekonomian disekitar tokonya, dengan hasil dari tinjauan tersebut maka dia bisa menentukan berapa harga pasaran yang akan dia pasarkan.

3. faktor sosial

Kondisi sosial masyarakat selalu bersifat dinamis dan berubah dari masa ke masa, oleh karena itu perusahaan selalu dituntut untuk mampu mengantisipasi perubahan kultur sosial masyarakat. Beberapa penyebab terjadinya kondisi seperti ini misalnya karena gaya hidup, kultural, adat-istiadat, sikap, demografis, pendidikan, ekologis maupun etnis.
Perubahan kondisi sosial biasanya terkait dengan perubahan sikap dan gaya hidup akibat peningkatan pendapatan , perubahan strata sosial maupun peningkatan dari perkembangan teknologi.

Contoh : Toko “Rafa” harus dapat menjual barang-barang yang uptodate, karna seperti dikatakan di atas kalau perubahan social biasanya terkait dengan perubahan gaya hidup masyarakatnya.

 

 

4. faktor teknologi

Setiap perusahaan yang ingin tetap unggul dan berkembang bisnisnya, maka harus selalu mengikuti trend perkembangan teknologi terkini, sehingga produk dan jasa yang dihasilkan dapat selalu uptodate sesuai dengan keinginan konsumen

Contoh : dalam menjalankan bisnisnya toko “Rafa” harus menggunakan teknologi yang terbaik, misalnya saja mesin kasir otomatis, troli belanja terbaru,dan teknologi-teknologi lain yang dapat menunjang pertumbuhan bisnisnya agar lebih pesat lagi.

http://sitabungadia.wordpress.com/2010/09/21/faktor-faktor-apa-saja-yang-mempengaruhi-bisnis-di-indonesia/

Tugas 3

0

APA ITU BISNIS ?

Dalam ilmu ekonomi bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba . Secara historis kata bisnis dari bahasa inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.

Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.

Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata “bisnis” sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha , yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya “bisnis pertelevisian.” Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Meskipun demikian, definisi “bisnis” yang tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini.

 

SEBERAPA BESAR PENGARUH BISNIS DALAM KEHIDUPAN SAYA ?

            Dalam kehidupan setiap manusia pasti tidak akan terlepas dari bisnis, baik itu bisnis yang terbilang masih kecil-kecilan ataupun sudah termasuk bisnis yang tergolong besar atau dalam ruang lingkup yang luas. Hampir di setiap hari ataupun setiap kegiatan yang kita lakukan, kita pasti akan menjumpai contoh-contoh kecil dari bisnis.

Begitupun dalam kehidupan saya, tidak dapat saya pungkiri kalau hampir di setiap kesempatan saya selalu melakukan bisnis, misalnya saja saat saya berada di kampus ada teman saya yang menawarkan produk yang dijualnya (misalnya baju atau aksesoris), sebagai wanita dan juga anak kuliahan tentu saja apa yang dijualnya itu sangat membuat saya tertarik dan secara otomatis pasti saya akan berbisnis dengan teman saya itu, mulai dari melihat produk yang di jualnya sampai kepada menentukan berapa harga yang akan saya bayar. Dalam menentukan berapa harga yang akan saya bayar itulah bisnis yang sedang saya lakukan. Tentu saja saya akan membuat penentuan harga yang serendah mungkin namun dengan barang yang cukup bagus atau cukup berkualitas. Contoh tersebut adalah satu dari banyak contoh yang terjadi dalam kehidupan saya.

Sebenarnya saya hanya dapat berrbisnis dalam kehidupan sehari-hari, maksudnya saya bukanlah seorang pembisnis yang terjun langsung untuk melakukan suatu penjualan, saya lebih suka untuk berbisnis dalam kegiatan membeli dan bukan menjual, karna memang saya akui mungkin saya tidak mempunyai bakat untuk menjadi seorang pembisnis. Karna kebetulan keluarga saya adalah keluarga yang jauh dari kata bisnis, ayah saya adalah seorang TNI dan ibu saya adalah seorang Ibu Rumah Tangga, namun saya pernah mendapatkan bekal tentang bisnis dari kakak saya, kebetulan dia sering sekali menjadi member dari suatu produk sehingga itu membuat dia sering sekali berhadapan dengan customer dan berbisnis secara langsung.

Saya sangat ingin mempelajari bisnis lebih luas lagi karna saya tahu bisnis itu sangat luas dan sangat bermanfaat untuk saya dikemudian hari nanti. Terimakasih~

 

Source : http://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis

 

 

 

 

 

Tugas 2

0

Mengapa saya memilih jurusan akuntansi di Universitas Gunadarma ?

Sewaktu menginjak kelas 3 SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) banyak hal yang sudah terpikir di benak saya,khususnya di mana saya akan bekerja nanti bagaimana cara saya melamar kerjaan,sampai hal-hal kecil seperti berapa gaji saya dan sebagainya,mengapa pikiran saya langsung tertuju pada pekerjaan,karna saya mengambil SMK dan seperti pada umumnya biasanya SMK itu di persiapkan untuk langsung terjun ke dunia pekerjaan namun semua pikiran saya itu seketika berubah saat ayah saya mengingin kan saya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan, saya dengan senang hati mengikuti nasehat dari ayah saya dan mulai mencari di universitas mana saya akan duduk dan melakukan pendidikan,
Setiap anak pasti menginginkan masuk ke PLN (Perguruan Tinggi Negri) saya pun demikian sekuat tenaga saya berusaha untuk masuk ke PLN, namun tuhan mempunyai kehendak lain Dia menginginkan saya untuk masuk ke UG (Universitas Gunadarma) dan di sinilah saya memulai melanjutkan pendidikan saya sampai ke jenjang S1/S2,
Saat di hadapkan pada pilihan jurusan apa yang akan saya ambil saat kuliah, saya tidak terlalu bingung/pusing,karna kebetulan saat SMK saya mengambil jurusan Akuntansi jadi secara otomatis saya akan melanjutkan ilmu saya saat di SMK dengan mengambil jurusan Akuntansi juga di Universitas Gunadarma itulah mengapa saya menagambil jurusan Akuntansi di Universitas Gunadarma, dan saya berharap saya dapat menjalani pendidikan saya ini sampai masuk ke jenjang S1 bahkan S2,Amin.